Tuesday, January 31, 2012

Waktu dan Komitmen. Hi 2012/20 th

Menuju tahun terakhir. Bismillah, tahun 2012 ini aku dan beberapa orang teman(sahabat) meniatkan diri untuk menyelesaikan study kami di Universitas Indonesia –tepatnya keinginan untuk selesai 3,5 tahun. Dua semeseter di depan bukan menjadi hal mudah untuk dinaungi, mengingat mata kuliah yang wajib diambil makin klimaks. Itulah mengapa tahun ini aku pribadi memutuskan untuk lebih memperhatikan kondisi nilai yang semakin tidak stabil. Bukan masalah memang, karena hasil kuliah ini tidak hanya dilihat dari nilai yang diperoleh, tapi juga lewat kemahiran kita merealisasikannya dalam dunia kerja nanti. Walaupun semakin kekesini, mata kuliah yang kami ikuti semakin menarik, semakin dekat dengan aplikasi. Tapi butuh kemampuan dan waktu ekstra yang diluangkan.
Waktu. Uang pun tak bisa mengembalikan waktu yang terbuang, tapi masih ada orang-orang yang menyia-nyiakan waktu yang dipunya –termasuk aku. Tahun ini juga usiaku genap memasuki 20 tahun. Dewasa memang pilihan, tapi untuk hidup, dewasa menurutku adalah kewajiban. Menjelang 20 tahun tidak ada yang jadi angan-angan pengharapan. Yang mesti dilakukan hanya belajar dari kesalahan, 19 tahun silam. Mungkin tahun ini, aku ingin banyak bersyukur, bukan justru hanya meminta dan meminta lagi-lagi. Banyak juga target hidup yang ingin diraih tahun ini. Tapi, waktu mungkinkah masih mengizinkannya? Masihkan tersedia untuk bisa mecapainya?
Karena masalah management waktu yang buruk akhir-akhir ini –awalnya aku memutuskan untuk tidak ikut-ikutan organisasi apapun tahun ini. Yah, demi waktu yang tersedia lebih banyak untuk kuliahku. Aku hanya ingin ikut dalam beberapa kegiatan sosial, karena memang aku tertarik. Tapi belum pernah kesampaian untuk ikut kegiatan sosial apapun. Rencana ini membawaku tegap memasuki tahun 2012 dan usia 20 tahun.
Lepas dari organisasi bukan berarti aku tidak suka pada organisasi-organisasi itu. Tapi yang sebenarnya, aku memang butuh banyak waktu lebih untuk sekadar memikirkan keadaanku. Salah satunya adalah RTC UI FM. Dua tahun sudah lewat, belajar banyak dengan kolega RTC lain. Menjalani kewajiban sebagai seorang staff dan head of PR and Promotion. Aku juga semakin lama, semakin mengenal RTC dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Walaupun awalnya aku berniat untuk resign dari tempat ini, tapi kenyataan meminta sebaliknya. Well, aku sedikit berbeda paham dengan beberapa orang yang ada disana. Mungkin kecocokan sudah sulit dibangun jika aku harus berlama-lama di sana. Aku meyakinkan beberapa lainnya bahwa aku memutuskan untuk mundur. Tapi keyakinan lain balik meyakinkanku dengan dua pilar berbeda. Ditunjuk untuk naik menempati posisi Marcomm Manager secara tiba-tiba tanpa diskusi terlebih dahulu membuat aku –bahkan orang lain tersontak. Tentu, dari awalnya aku yang ingin mundur, malah harus dipaksa naik jabatan. Ini adalah hasil musyawarah, walaupun aku sendiri tidak hadir, dan tidak diajak berdiskusi terlebih dahulu. Tapi ini adalah musyawarah bahwa ada orang lain disana yang masih percaya dengan kemampuanku dan berharap aku untuk terus berkerja untuk RTC. Sebenarnya ucapan selamat dari beberapa kololega lain malah membuatku ciut. Apa memang aku bisa menghandle jabatan ini?
Dan semuanya sudah aku tuntaskan dengan komitmen yang semoga terjaga hingga akhir kepengurusan kelak. Setelah keputusan itu, aku baru angkat suara, berusaha mengelak dan tetap ingin mundur. Tapi keyakinan semuanya balik meyakinkanku. Jadilah aku maju dalam Managerial RTC UI FM 2012, memegang jabatan Marcomm Manager, menjadi atasan dua divisi lain, yakni Marketing dan PR. Keputusan ini bukan dibuat dengan mudah. Tapi sudahlah, aku hanya perlu berkomitmen, untuk mau bergerak merubah apa sebenarnya tidak pantas dan harus diubah di RTC UI FM. Memajukan apa yang masih sangat kurang. selama aku masih berkesempatan disana.
Dan komitmenku untuk bisa membagi waktu dengan baik. Untuk menghadapi 2012, menjelang kelulusanku nanti.