Sunday, January 22, 2012

Belajar Tak Ada Batas

“Ada yang bisa menyaingi.” Satu kalimat tak terduga terlontar dari mulut seorang guru Bahasa Indonesia sewaktu saya duduk di bangku SMP kelas 2.

“Ada yang mau berkomentar,” sambil mengangguk-anggukan kepala, ekspresi pertama yang saya tangkap dari salah seorang dosen di jurusan Ilmu Komunikasi, semester 5.

Dalam dua waktu berbeda, namun dengan ekpsresi senada. Sayapun tersontak mendapatkan dua ekspresi yang membuat saya balik terkesima ketika saya usai mempraktikan pembacaan berita ala presenter TV di dua kesempatan berbeda.

Kini saya belajar banyak mengenai jurnalistik, khususnya jurnal siar, dan bergaya bak news anchor didepan layar. Ungkapan yang pertama ketika saya masih menjadi siswi SMP Negeri 1 Kayuagung, dan diajar oleh seorang guru baru bernama Evi Febriastuti yang kini menjadi guru favorit saya sepanjang masa, membuat saya akhirnya meneruskan pendidikan ke jalur Komunikasi, terkhusus jurnalistik. Yah, jika suatu saat nanti ada yang bertanya kenapa akhirnya saya masuk ke jurusan ini, itulah alasan yang ingin saya utarakan. Walaupun nanti saya juga tak tau kelak jadi apa diri saya ini.
Akhirnya setelah empat semester melewati kuliah di Universitas Indonesia, semester ini saya baru mendapatkan mata kuliah ‘penyejian berita TV dan radio.’ Kami diminta berlaga ibarat seorang announcer feature radio dan penyiar berita. Saya kembali mengulang memori ketika pertama sekali saya diminta tampil di depan kelas untuk membacakan sepaket berita yang ada dalam buku paduan belajar. Saya berlatih terus-terusan dirumah. Sampai akhirnya, saya sendiri tidak sadar kalau semua kata-kata dalam buku itu sudah ada diluar kepala. Setelah hari itu, saya diminta untuk tampil dibeberapa acara sekolah menjadi seorang news anchor bersama Bayu, rekan saya.
Saya tdak pernah mendapatkan training atau pelajaran khusus untuk tampil seperti Najwa Shihab, Ihsana Bagus Oka, ataupun Tina Talisa. Yang saya sadar bahwa saya selalu mengamati mereka yang tampil memukau di depan layar kaca. Saya juga tak menekuni bidang khusus didunia penyiaran. Tapi banyak hal bisa kita menfaatkan lewat mengamati, medengar dan memahami sendiri hal-hal baru yang menarik untuk dipelajari.

Banyak hal yang kadang kala kita sendiri tidak pernah tau akan melewatinya. Tapi segala bentuk kekuatan sudah tersedia dalam diri masing-masing. Hanya tentang bagaimana kita bisa mengolah, menyembunyikan, dan menampakkannya pada dunia.