Sunday, April 1, 2012

Hidup

Teman-teman yang berlebihan. Saya hanya menjadi gadis belia kesayangan papa, dan ingin menjadi penolong mama untuk urusan rumah tangga. Ikutan capek lihat keduanya yang terus-terusan berkerja sampai malam tiba. Belum lagi mengurusi dua bocah yang jauh lebih belian daripada saya.

Saya hanya ingin mengindahkan apa yang saya suka. Selama masih ada orang-orang yang (hampir) sejalan, saya suka jika harus sedikit ketengah.

Empati saya tidak terlalu tinggi. Sebisanya dicoba untuk memanipulasi posisi saya. Jadinya saya malah terlalu polos untuk baik pada segalanya karena suatu saat kelak, saya diposisi mereka.

Sekedar kesukaan saja, saya tuangkan semua angan dan pikiran ke dalam tulisan. Tidak apa-apa kalau memang kalian suka, bahkan ada yang mengikuti saya.

Walau tidak ada guna, tetap tidak suka strata dan stigma. Saya tidak ikut-ikutan hidup urban atau aksi dijalan raya. Semua persepsi tiap-tiap orang pasti punya. Sayapun tak perlu menunjukan apa yang tidak bisa merubah suatu keburukan. Apalagi untuk merubah kebaikan. Baiknya untuk dipertahankan.

Kalau memang tidak suka, biacara apa adanya. Saya pun demikian. Tak perlu mempertahankan muka yang baik karena keburukan. Maafkan kalau saya terlalu menyakitkan. Seyogyanya, lebih baik bicara sejujurnya ketimbang meninggikan untuk menjatuhkan.

Kekaguman saya pada banyak orang itu nyata. Tiap-tiap orang punya cerita. Tiap-tiap orang saya kagumi dengan cara yang berbeda. Karena tiap-tiap orang itu kaya. Saya kagum pada mereka, orang-orang disekitar saya, bahkan nun jauh dibelahan dunia.

Akhirnya, tinggal satu lagi masih tersembunyi dari diri saya. Tentang kasih dan cinta, yang banyak orang persepsikan sekedar cinta. Tapi saya mencari untuk dunia dan akhirat. Sesungguhnya Ia telah mempersiapkannya.

Hiduplah untuk hidupmu :)