Banyak
yang bilang kalau hari ini adalah hari perempuan Indonesia, tepatnya tanggal 21
April yang umum dikenal sebagai peringatan Hari Kartini, salah satu pahlawan
wanita Indonesia. Lewat kerja kerasnya, ia mampu menginspirasi jutaan wanita
Indonesia dulu dan sekarang. Perjuangannya tak lekas hilang dimakan waktu.
Sebuah
bahasan klasik tentang peran wanita di dunia. Sebagai bagian dari mereka, aku
tentu senang mengetahui ada banyak inspirator wanita diluar sana, bahkan
diantara kehidupanku. Tak perlu menjadi trending topic di twitter, atau punya
banyak friends di FB. Apalagi untuk menampilkan wajah di depan layar kaca. Menginspirasi
tidak datang dari sebuah kepopuleran, tapi cukup menjadi inspirator mulia untuk
orang disekitar kita.
Bicara
inspirasi, tak banyak orang punya keinginan demikian. Seiring waktu yang medewasakan,
aku yang terinspirasi dari wanita-wanita hebat juga berkeinginan yang sama. Hanya
lewat caraku, pikiranku, dan kemampuanku.
Aku
mengenal banyak wanita inspirasi. Tak usah jauh-jauh, mereka bahkan adalah
orang-orang terdekatku yang secara tak langsung mampu menggugah semangatku
berkarya. Pertama dan yang utama, kusampaikan sanjungan untuk wanita hebat yang
mampu membersarkan keempat putrinya. Ia bahkan tak hanya mampu membesarkan ke
empat wanita lainnya, tapi caranya yang sederhana dan istimewa membuat
wanita ini begitu berharga dimataku, putri keduanya. Kami tak pernah
menghabiskan waktu untuk jalan bersama, bercanda lewat perbincangan, atau sekedar
menyiapkan makan bersama. Yang aku tau, cinta dan niatnya yang begitu berharga,
yang bahkan orang lain tak mungkin akan tau keemasannya.
Wanita
lain yang menginspirasi adalah salah seorangg mantan ketua asrama putri SMAN
3 Kayuagung, yang juga pernah menjabat
sebagai bendahara OSIS periode 2005/2006. Ia adalah Rafiqo Riza Permata, wanita
lembut nan ramah yang saya kenal ketika duduk dibangku SMA. Pertemuan pertama
kami bukan di sekolah ini, melainkan dalam salah satu ajang perlombaan ketika
aku masih duduk di bangku SMP. Ketika itu, aku hanya melihat ia yang sedang
berlaga sebagai seorang pembawa acara. Ketika diperkenankan bergabung menjadi
keluarga besar SMAN 3 Kayuagung, seutuhnya aku baru mengenalnya.
Ia
adalah salah satu wanita pintar dan begitu murah senyum. Selain aktif di
organisasi, ia juga adalah siswi berprestasi utusan dari SMAN 3 Kayuagung. Disisi
lain, ia juga adalah senior ku di club marching band. Caranya mengayomi seluruh
penghuni asrama putri bahkan tak dapat disaingi oleh penerus-penerusnya. Ia tak
pernah marah, tapi kami segan padanya. Diam-diam aku ingin menjadi seperti
dirinya, yang banyak dikenal oleh guru dan siswa. Banyak mengukir prestasi
untuk nama sekolah dan kabupaten, bahkan provinsi.
Saat
mengikuti lomba pidato dalam Masa Orientasi Siswa (MOS) sekolah, salah seorang
guru mengatakan jika aku kelak menjadi penerus Rafiqo. Walaupun awalnya aku
tidak tau siapa sebenarnya Fiqo, sekarang aku senang disejajarkan dengannya.
Banyak kegiatan dan lomba yang pernah ia ikuti, juga aku teruskan. Kini, sudah
lama tak pernah lagi bersua dengannya.Dan aku sandangkan ia sebagai wanita
penginspirasi dalam hidupku.
Dalam
keyakinanku, lewat niat yang mulia, siapapun bisa menginspirasi, bahkan untuk
putra-putri, saudara, dan sahabat kita. Semoga caraku, apapun tentangku,
mengambil bagian untuk motivasi Anda :)
Selamat Hari Kartini, wahai Wanita Inspirasi.