Perjalanan Mata, Hari, dan Hati - 23 Epicentrum
As you think, So you become
"Perjuangan masih berlanjut. Berjuang untuk memerdekakan suara hatinya..."
Awan, 33.
"...bukan hanya sekedar mencari perempuan, aku mencari ke bahagiaan...
Kebahagian hidup... Orang
yang bisa aku ajak diskusi tentang impian, punya visi yang sama tentang
hidup, orang yang bisa melembutkan hatiku,orang yang nggak cuma mikirin
dirinya sendiri..."
Prama, 60.
"Just do something that you love to do, and the money will follow you..."
Awan, 69.
"...lewat sentuhan tangan ini, kita membangun kedekatan. Saat kita mengulurkan tangan dan diterima oleh orang lain, disitulah sebenarnya kita sedang mengasah perasaan saling menerima, memaafkan, dan saling memberikan dukungan.... Dengan bertemu langsung orang lain yang sedang kesusahan, kita sebenarnya sedang melatih alat-alat indra kita untuk lebih peka dan bisa berempati. Mata, hati, pikiran, telinga..."
"Lewat telinga ini, kita bisa melatih kemampuan untuk mendengarkan harapan orang lain. Medengar. Seni mendengar itu sebenanarnya jauh lebih sulit dari seni berbicara. Mendengar menjadi modal awal kita untuk menemukan solusi dari permasalahan, dan membuat orang merasa dihargai..."
"Setiap ilmu yang yang sudah kita miliki, nanti akan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap manusia yang sudah berilmu dan sejahtera karena ilmunya, sebenarnya ia punya satu tanggung jawab untuk memerdekakan orang lain dari kebodohan dan membuatnya bergerak untuk lebih sejahtera..."
Pak Muktar, 116-117.
"Cinta... bisa kautemukan dimana saja dan kapan saja. Yang utamanya apa kau sudah pantas untuk dicintai? Cinta itu memang kebutuhan. Tapi kita juga harus pandai mengukur kebutuhan diri kita. Kalo kamu butuh orang baik, kamu harus jadi baik dulu... Kamu butuh orang pengertian, ya kamu juga harus bisa mengerti orang lain dulu. Kebaikan akan dipertemukan dengan kebaikan. Itu hukum alam, Nak. Kamu akan dicintai kalau kamu sudah bisa mencintai."
Pak Muktar 117
"...your time is limited, so dont waste it living someone else's life."
Awan, 127.
"Tentang berbagi... lakukan kebaikan dan lupakan."
Awan, 140.
"Uang itu jalan terakhir dalam memberi. Memberi
hal-hal yang nggak biasa, Man! Ngasih orang informasi, Mempertemukan
orang lain dengan kesempatan. Bantu dengan meluangkan waktu, atau ngasih
perhatian. Perhatian, kesempatan, uang. Itu kira-kira urutannya. Yang
pasti, uang bukan satu-satunya cara untuk menolong orang..."
Prama, 144.
"You can solve the problem, if you can state it."
Tari, 230.
"Setiap individu akan selalu berpikir tentang keberadaannya, tentang eksistensi yang nggak cuma dilihat dari fisik, tapi juga wujud spiritualnya..."
Tari, 243.
"Hidup menawarkan pilihan lebih banyak untuknya. Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan tenaga yang keluar dari raga yang terus bergerak dan berusaha. Tuhan tahu, tapi dia menunggu..."
Gusti, 255.