Walaupun IA tiak pernah menagihnya. Kita tetap harus membayarnya.
Walau tak pernah lunas. Kita harus menyudahinya.
Mengapa kita diajarkan menabung sedari kecil. Tidak diajarkan berhutang walau pada keluarga sendiri.
Kita diminta belajar sendiri. Usaha sendiri. Kita berjalan, sambil mencari sendiri.
Maka kita diminta membayar sendiri.
Hutang terbesar kita ada pada apa yang sebelumnya tidak pernah direncanakan.
Semua sudah harus diselesaikan. Pembayarannya harus diselesaikan tanpa berhutang sana sini lagi.
Karena lambat laun hutang ini tetap ditagih.
Sekarang, kita hanya sedang berhutang pada Tuhan.
IA meminta kita membayar dengan cara kita. Mensyukuri nikmatnya. Tanpa mengeluhkannya.
Hanya memohon padanya. Tanpa mempertanyakan nikmatnya.