Friday, August 5, 2011

my first breakfasting. how about you?

Bukan waktunya mengeluh saat breakfasting seperti ini. Menyadari kalau saat ini aku masih berada di antara antrian mobil yang ingin melintasi jalan ini juga. Berada di salah satu angkutan umum, lebih tepatnya bus yang dipenuhi oleh penumpang lain. Masih untung aku bisa duduk disalah satu kursi penumpang. Tidak halnya dengan penumpang lain yang harus berbuka di hari pertama puasa sambil berdiri di bus ini. Kami adalah orang-orang yang terjebak di macetnya Jakarta ketika adzan magrib berkumandang di tanggal 1 Ramadhan 1432 H. Terlalu mendramatisir memang, tapi ini adalah kali pertama saya berbuka di jalan(an).


Tidak perlu terlalu menghayati keadaan saat ini. mungkin sudah waktunya saya harus menengok kiri dan kanan. Pak supir yang harus menyempatkan minum seteguk air sambil menyetir bus ini. Kernet mobil yang masih harus berteriak memanggil calon penumpang bersamaan dengan adzan yang berkumandang. Penjual air minum dan makanan yang berjalan mengitari kendaraan yang terjebak macet, sambil menjajakan dagangannya. Serta ratusan bahkan ribuan orang lain yang juga terjebak dalam padatnya jalanan Jakarta hari itu. Semuanya harus tetap sabar, walaupun waktu terus berjalan sampai waktu magrib yang telah berlalu.

Tidak seperti biasanya, jalanan kali ini padat. Berbuka dengan segelas air yang dibawa dari kantor, dan beberapa buah kurma yang juga diberikan oleh atasan di kantor. Sambil mengetik seuntai kalimat buka puasa yang akan aku kirimkan kepada keluarga di Kayuagung melalui text message.

Dengan segelumit pikiran yang entah bentuknya apa, aku merasa tidak ada bagian kehidupan yang perlu dibanding-bandingkan, kecuali pahala dan ketaqwaan kita.

Kalau ada yang berbuka lebih istimewa dengan makanan 4 sehat 5 sempurna, atau makan ditempat yang berbintang sekalipun, aku tak tergugah lagi. Merasakan atau bahkan hanya sekedar melihat saudara lainnya berbuka dengan keadaan ala kadarnya, telah memberi pandangan baru. Semoga bukan hanya untuk aku, tapi juga semua orang yang menghargai arti syukur dan kehidupan sesungguhnya.

Ini cerita buka puasa pertamaku tahun ini, apa cerita mu? :”D