Saturday, March 16, 2013

February and Grateful

Always grateful when God lets me see another day.

Menghadapi mimpi yang jadi kenyataan itu bukan perkara biasa. Pas waktunya kesampean, saya malah tidak sempat menikmatinya. Seperti Februari lalu, rasanya malu kalau telat bersyukur sama Gusti Allah yang mengatur rencana menjadi sedemikian indah.

Fabi ayyi alaa irobbikuma tukadzdzibaan - Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan?

Sudah masuk ke usia 21 tahun tanpa merasakan perubahan apapun. Justru bukan dari dalam diri, tapi dari kondisi saat ini. Sebelum nikmat perpanjangan usia ini, Gusti Allah juga sudah izinkan saya meraih gelar Sarjana yang sudah saya cita-citakan. Alhamdullah, saya bilang kuliah itu kerja keras. Lebih banyak pulang malem ketimbang yang sudah kerja. Harus mengerjakan tugas yang lebih ribet dan deadline yang rada bikin tingkat stress meningkat. Belum lagi membagi waktu mengurusi kegiatan organisasi lain. Berkat dukungan dari keluarga besar, teman, dan kolega, Januari lalu saya dapat melewati prosesi sidang Tugas Karya Akhir dengan hasil yang sangat memuaskan. Saya mulai mensyukuri bahwa saya menjadi (sedikit) ambisius saat melewati masa kuliah. Harus mengerjakan tugas tepat waktu, memilih untuk banyak hibernasi di rumah ketimbang hura-hura, dan jarang bolos kuliah kalau ga penting-penting amat.



Presentasi Sidang TKA, 03 Januari 2013.
Ruang Rapat, lt. 2 Gd. Komunikasi, Kampus FISIP UI, Depok.


After-sidang celebration.
Mulai menjejaki kaki sebagai calon lulusan Ilmu Komunikasi dengan peminatan Jurnalistik, saya siap-siap untuk menjadi jobseeker. Sayangnya, saya malah kehilangan orientasi jurnalistik walaupun sebenarnya saya selalu senang mengerjakan tugas-tugasnya. Cari berita, wawancara, akurasi, take gambar, take vokal, dan edit video. Apalagi kalau disuruh tampil di depan kamera. Semuanya jadi bagian pekerjaan yang tidak membosankan. Tapi saya malah keranjingan ngurusin kerjasama akibat latah 3 tahun jadi Marketing and Communication RTC UIFM. Alhasil, saya malah semangat masuk keranah baru. Februari ini Gusti Allah menjadikan saya seseorang yang harus pandai bersyukur. Kesampaian juga dapat kerjaan di dunia marketing. Modar-mandir meeting ketemu klien.
3,5 tahun menempuh dunia perkuliahan. Seperti yang saya (dan Lita, Ketie, Fany) harapkan. Bukan niatnya mau sombong, tapi saya bangga dengan pencapaian ini. Play hard, pray hard! 9 Februari 2013, prosesi wisuda berjalan dengan amat lancar. Gara-gara bawa pasukan keluarga besar, saya malah jadi kewalahan. Ga sempet ketemu teman dan rekan yang akhirnya jadi ngucapin kelulusan via sms dan twitter. Kayanya gara-gara keterlaluan senang, saya jadi susah mengontrol diri. Lupa bilang makasih pas ketemu orang-orang, malah asik-asikan minta foto. Semoga Gusti Allah yang bisa membalas doan dan dukungan dari kalian ya :'D 


Family comes first! Graduation day, February 9, 2013.


Thank you for coming all!
Masih dihari yang sama, saya kebanjiran surprise. Kali ini, temen (dekat sejak SMP) yang bikin ulah. Mendadak nelpon ditengah prosesi foto-foto keluarga. Lima menit kemudian, sudah nongol bebawaan bunga. Rasanya belum ada orang yang jadi (mendadak) akrab sama keluarga besar kalau bukan anak satu ini xixixi. Sekalian temu kangen yang berasa udah lama ga ketemu, padahal idul fitri kemaren sempet main bareng. 


My Partner and February-mate.
Tepat sepuluh hari setelah hari ini, Selamat Ulang Tahun, Bay!
Bayu, salah satu orang yang mengajari saya bersyukur. Tiap Februari selalu berdoa dan bersyukur sama Gusti Allah. Di Februari ini juga sama. 21 tahun tepat dua hari setelah prosesi wisuda. Lagi-lagi selalu membimbing saya untuk bersyukur. Benar-benar kado yang indah, kerja dan sarjana. Celebration and Graduation!

Annually-after-shower celebration >:p
Tidak ada yang berubah. Walau dibilang sudah kepala dua, kok rasanya masih belia. Biar keadaan yang membuahkan kedewasaan. Tahun ini juga menikmati perayaan ulang tahun di tempat baru, dengan orang-orang baru. Semakin sadar, saya punya banyak orang-orang baik disekitar. Termasuk pasukan topeng ini, yang mengajari saya banyak hal tiga tahun belakangan. 

Many Thanks, dear My best ever-after.  
Kunjungan tahunan ke H. Shibi xoxo
Banyak bersenang-senang, kebagian juga sedih-sedihannya. Giliran cerita farewell menutup bulan Februari ini. Pertama, saya harus berpisah pulau dan negara dengan salah dua teman baik saya. Kedua, saya juga harus menyudahi karir ke-marcomm-an di RTC UI FM. Dua-duanya memberitahu saya kalau suatu saat kita juga harus mengakhiri apa yang pernah dimulai, dan berpisah setelah bertemu. Tapi saya berdoa sama Gusti Allah "saya senang punya teman-teman seperti mereka. Semoga mereka selalu dalam lindungan-Mu."


Pembubaran Managerial RTC UI FM 2012
Kita mungkin menginginkan hidup berhenti sejenak disatu waktu untuk bisa merasakan kebahagiaannya terus dan terus. Tapi hidup tidak akan pernah menghentikan langkah kita untuk mau belajar, bekerja, dan berdoa lebih keras dari sebelumnya. 

Hasti Triana Putri, S.Sos (21 tahun)