Monday, June 20, 2011

yang ramah, yang bersahaja : #EdisiMagang


Silih berganti orang-orang mengagetkannya, sehingga kata-kata itu terus keluar dari mulut pria berumur yang setiap pagi selalu membaca semua koran yang ada di Jakarta. Orang-orang itu adalah teman sepekerjanya. Suasana ini selalu membuat kami tertawa. Betapa tidak, dari wajahnya saja, Pak Benny, begitu ia akrab disapa, sudah terlihat lucu. Apalagi jika ditambah dengan celotehnya sambil latah. “ee eeee e ee eee eeaa,” begitu latahnya.
Setiap pagi, Pak Benny dan rekan kerjanya, Pak Amir harus berhadapan dengan banyak koran. Halaman per halaman harus dibuka. Satu per satu, artikel dibaca. Mereka adalah pekerja di PT. Pertamina. Tapi apa hubungannya dengan koran?
Jelas, tugas mereka adalah membuat kliping dari berita-berita pertamina ataupun Migas. Jadi, mau tak mau semua koran harus dibaca untuk mengambil berita yang dimaksud. Mungkin jasaku selama satu bulan magang disana cukup berarti bagi mereka. Pasalnya, ditambah satu tenaga (dan tenaga anak magang lainnya) untuk membaca tumpukan koran tersebut. Tugas jadi lebih cepat diselesaikan. J
Hari pertama kami dikenalkan dengan Pak Benny, tak ada sedikitpun yang berbeda. Ia sama dengan pekerja lain. So so… Tapi setelah satu, dua hari berlalu, bukan hanya sifatnya yang lucu, tapi ia ramah dan santun pada setiap orang. Senang bisa mengenalnya sebagai teman. Orang-orang di perusahaan tersebut memang ramah. Setiap bertemu selalu senyum dan menyapa. Mungkin itu juga yang membuat sosok lucu Pak Benny makin ramah. Tak mengenal usia, siapapun pasti disapa. Ikhlas untuk segalanya. Dari caranya berbicara, memberi dan bersahaja. Karena ia (latahnya) yang selalu jadi bahan tertawa, teman-temannya malah sengaja mengagetkannya. Walaupun demikian, Pak Benny tak pernah marah. Ia malah sering mengajak teman-temannya main keruangan tempat ia bekerja.
Dari pembicaraan sekilas, Pak Benny yang selalu tersenyum, memberikan panggilan khas untuk teman-temannya, seperti Pak supir botak, Pak satpam panda, dan Si ompong. Yah, itu juga yang membuat aku selalu betah disana.
Diruangan yang terdapat satu mesin fotocopy dan satu meja besar, setiap pagi kami menyapanya. Sepanjang magang ini, Pak Benny adalah salah seorang yang paling dekat dengan kami. Perangainya yang ramah dan suka memberi, membuat aku akan mengingat selalu sosoknya. Banyak pelajaran yang kupetik dari sosok seorang Pria dengan cat rambut merah tersebut.
Selamat pagi dan selamat bekerja, Pak Ben. Tetaplah jadi pribadimu yang ramah J we’ll miss you!