Oleh : Hasti Triana Putri
Ideologi merupakan himpunan-himpunan, ide, norma yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang atas dasar mana menentukan tindakan atas kejadian atau peristiwa politik dalam masyarakat. Seperti yang kita ketahui bahwa ideologi dibagi menjadi berbagai klasifikasi yaitu, anarkisme, liberalisme, markisme, komunisme dan sosialisme, serta fasisme. Dalam tugas kali ini, kita akan membahas mengenai adanya ideologi fasisme.
Secara umum, fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. Hal ini sama saja mengisyaratkan bahwa fasisme adalah suatu sikap nasionalime yang berlebihan. Penerapan ideologi fasisme secara absolut tanpa mengutamakan prinsip demokrasi. Contohnya saja Jerman yang memusuhi yahudi, karena yahudi dianggap ras rendah yang senantiasa mengotori kemurnian ras arya
Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan penyebab munculnya ideologi fasisme. Salah satunya adalah pecahnya perang dunia kedua. Sejumlah Negara yang kalah perang di perang dunia pertama merasa frustasi dan tidak puas terhadap hasil perjanjian perang dunia pertama. Hal tersebut mengakibatkan kekacauan di bidang sosial dan ekonomi Negara tersebut. Sehingga lahir berbagai gesekan-gesekan di dalam Negara. Depresi juga menjadi salah satu faktor pemicu kebangkitan Fasisme, sebelum perang dunia kedua. Hal itu yang menjadikan manusia dapat dimobilisir, karena tak memiliki acuan hidup. Faktor ketiga adalah lembaga-lembaga demokratis liberal yang tidak memiliki landasan yang aman, karena dapat disusupi berbagai ide-ide Fasisme. Serta kecemasan yang meluas diantara kelas menengah dan menengah-bawah atas pengambil alihan revolusioner rejim Komunis akan terjadi di Negara mereka menjadi faktor keempat bangkitnya ideologi Fasisme. Fasisme muncul dengan pengorganisasian pemerintahan dan masyarakat secara totaliter, kediktatoran partai tunggal yang bersifat: ultra-nasionalis, rasis, militeris dan imperialis. Fasisme juga muncul pada masyarakat pasca-demokrasi dan pasca-industri. Jadi, fasisme hanya muncul di negara yang memiliki pengalaman demokrasi. Hal- hal yang penting dalam penbentukan suatu karakter negara fasisme adalah militer, birokrasi, prestise individu sang diktator serta dukungan massa.
Tokoh-tokoh ideologi fasisme yang kita kenal adalah Benito Mussolini dari italia. Di Jerman terdapat tokoh penganut fasisme yaitu Adolf Hitler. Kedua tokoh ini mengenalkan ajaran-ajaran yang dianut dalam ideologi fasisime. Hingga saat ini ajaran fasisme model Italia-lah yang kemudian menjadi pegangan kaum fasisme di dunia, karena wawasannya yang bersifat moderat.
Beberapa unsur pokok dari ajaran fasisme yaitu, Pertama, ketidak percayaan pada kemampuan nalar. Bagi fasisme, keyakinan yang bersifat fanatik dan dogmatik adalah sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi didiskusikan. Kedua, pengingkaran derajat kemanusiaan. Bagi ideologi fasisme manusia tidaklah sama. Sehingga pertidaksamaan inilah yang mendorong munculnya idealisme mereka. Dalam ideologi fasisme, pria melampaui wanita, militer melampaui sipil, anggota partai melampaui bukan anggota partai, bangsa yang satu melampaui bangsa yang lain dan yang kuat harus melampaui yang lemah. Jadi fasisme menolak konsep persamaan tradisi yahudi-kristen dan juga Islam yang berdasarkan aspek kemanusiaan, dan menggantikan dengan ideologi yang mengedepankan kekuatan. Oleh karena itu, kita sering mendengar istilah anti-yahudi. Ketiga, kode prilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan. Setiap orang akan dipaksa dengan jalan apapun untuk mengakui kebenaran doktrin pemerintah. Jika ada yang bertentangan dengan kehendak negara, maka mereka adalah musuh yang harus dimusnahkan. Hitler konon pernah mengatakan, bahwa “kebenaran terletak pada perkataan yang berulang-ulang”. Jadi, bukan terletak pada nilai obyektif kebenarannya. Keempat, pemerintahan oleh kelompok elit. Dalam ideologi fasisme, pemerintahan harus dipimpin oleh kelompok-kelompok elit yang dianggap lebih mengetahui keinginan seluruh anggota masyarakat. Kelima, totalitarianrisme. Bagi penganut ideologi fasime, kaum fasis menerapkan pola pengawasan yang sangat ketat. Sedangkan bagi kaum penentang, maka totalitarianisme dimunculkan dengan aksi kekerasan seperti pembunuhan dan penganiayaan. Keenam, Rasialisme dan imperialisme. Dalam pergaulan antar negara maka mereka melihat bahwa bangsa elit, yaitu mereka lebih berhak memerintah atas bangsa lainnya. Fasisme juga merambah jalur keabsahan secara rasialis, bahwa ras mereka lebih unggul dari pada lainnya, sehingga yang lain harus tunduk atau dikuasai. Dengan demikian hal ini memunculkan semangat imperialisme. Ketujuh, ideologi fasisme memiliki unsur menentang hukum dan ketertiban internasional. Konsensus internasional adalah menciptakan pola hubungan antar negara yang sejajar dan cinta damai. Sedangkan fasisme dengan jelas menolak adanya persamaan tersebut. Oleh karena itu, kaum fasis menganggap bahwa perang sebagai derajat tertinggi terutama hal yang menentang hukum dan ketertiban internasional.
http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/1818181-fasisme/ http://books.google.co.id/books?id=UkA3_brGfu4C&pg=PA333&lpg=PA333&dq=fasisme++negara+%22liberalisme%22&source=bl&ots=tvXV7mdOg9&sig=OCKUyMXfXXtL6Ne8ePXIxwsB6C0&hl=id&ei=KBcFS_iJMNKAkQXCn5TBCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=9&ved=0CCQQ6AEwCA#v=onepage&q=&f=false