Thursday, February 18, 2010

Garis Lurus Perjalanan Dua Anak dalam Ketidaksengajaan

              Sudah lama rasanya tak lagi menyentuh tombol-tombol keyboard sambil menguraikan kata-kata yang tak berguna ini. :) Bukan karena aku tak punya bahan cerita lagi, tapi karena waktu yang kurasa sangat banyak yaitu 24 jam ternyata tidaklah cukup untuk menyelesaikan berbagai kegiatan, tugas maupun aktifitasku saat ini. Yaah... tak ada yang perlu disesali. Stok untuk cerita masih sangat banyak dalam benak ini. Namun apalah daya tangan tak sampai. Tak mampu lagi rasanya jemari ini meguraikannya dalam untaian kata-kata yang dapat menjadi memori bagi pembacanya. Kali ini sengaja aku luangkan waktu untuk merangkai segenap kata-kata tak bermakna tapi ada dalam jiwa..............
Aku tertegun ketika rangkaian kisah ini benar-benar nyata, benar-benar terangkai sebagaimana yang aku pinta pada NYA. maka sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang kita kehendaki
Usia 18 tahun bukanlah usia yang masih kecil tapi juga belum dikategorikan dewasa. Itu menurutku. Adakalanya seseorang menganggap usia 18 tahun adalah usia yang cukup mapan. Baru-baru ini aku baru saja memperingati penggenapan usiaku yang ke 18 tahun. Hmm... tidak sedih, tidak juga bahagia. Karena perhitungan mundur mendekati ajal bisa dibilang semakin dekat. Walaupun ajal hanya Allah yang tau. Tapi adalah sebuah kesan yang begitu mendalam tersirat dalam peringatan ketika itu. Awalnya aku sama sekali tidak menyangka kalau teman, sahabat, lebih tepatnya patner ku yang satu ini masih mengingatnya. Tapi pada kenyataanya, ia memang masih ingat dengan tanggal kelahiranku yang tidak berbeda jauh dengannya.
Mungkin bagi orang yang kenal dekat denganku, mereka akan sangat paham siapa orang yang ku maksud. hhhe :)
Aku benar-benar tak percaya kalau perjalananku dan dia bisa berada dalam satu garis lurus. Wajar saja kalau kami berdua menganggap diri kami adalah patner. Kedatanggannya sebagai siswa baru di kelas VIII.5 SMP Negeri 1 kayuagung saat itu menjadi awal perkenalan kami. Kukira ia adalah tipe laki-laki yang sama dengan laki-laki pada umumnya disekolahku. Males, cerewet, brutal ... dan banyak sikap-sikap negatif lainnya. Ternyata, ia adalah satu-satunya laki-laki yang berkepribadian timpang. hha Lebay yaa :). selanjutnya, apa yaa yang membuat kami kenal bahkan menjadi patner sampai saat ini... hmm..
Suatu ketidaksengajaan muncul lagi dalam sepenggal kisah kami. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kami diminta untuk berlaga sebagai pembawa berita. Dan beruntungnya aku dan dia adalah pembawa berita terbaik saat itu. Akhirnya kami diminta untuk mengisi acara pelepasan dan reuni akbar SMP Negeri 1 Kayuagung sebagai pembawa berita. Inilah awal ceritaku kali ini. Sampai akhirnya kami harus menyudahi pendidikan dibangku SMP dan melanjutkan ke bangku SMA. Bukan patner namanya kalau kami ada disekolah yang berbada. Tapi ini benar-benar suatu ketidaksengajaan lagi kalau kami duduk di sekolah bahkan kelas yang sama, X.4 SMAN 3 Unggulan Kayuagung. Waduuh..... Nah.. kami juga mencalonkan diri sebagai ketua kelas dan akhirnya terpilih sebagai pasangan Ketua dan Wakil Ketua kelas. Tapi jabatan itu tidak lama kami duduki. Hanya berselang satu minggu setelah itu, kami berdua ditunjuk sebagai bagian dari pengurus OSIS tahun 2006/2007. Hanya ada 4 (empat) siswa baru dan kami dua diantaranya.

Satu tahun berjalan, sejak saat ini ritual hari ulangtahun dimulai. Bahkan aku tidak pernah merasa kalau aku pernah menjadi orang pertama yang mengucapkan 'happy birthday' padanya. Banyak kegiatan dan aktifitas lain yang akhirnya diposisikan untuk kami berdua. yaah... sudah tak terhitung jumlahnya. Sampai akhirnya kami naik kekalas XI. Tidak sengaja. Kami masih duduk dikelas yang sama. XI IPA 2. Seiring dengan pergantian tahun ajaran maka jabatan OSIS yang kami dudukipun harus dilepas. Namun, tidak sengaja aku dan dia ternyata sama-sama mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. hmm..... dan akhirnya kami terpilih lagi sebagai pasangan Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2007/2008. dan sejak saat itulah --bukan hanya banyak-- banyak sekali kegiatan acara hingga perlombaan yang kami ikuti. Salah satunya adalah ajang siswa berprestasi 2008. Awalnya aku tidak ditunjuk lagi untuk mewakili sekolah keajang itu. Tapi tidak sengaja sekolah mengirim 4 pasang siswa dan siswi untuk ikut . Dan aku terpilih kembali. Yaaah... karena aku hanya peserta tambahan sehingga akupun tidak berharap banyak dari hasil yang terbaik. Hmm... --bingung mau bilang apa-- hasil akhirnya berkata lain. Dia sebagai siswa berprestasi putra dan aku sebagai siswa berprestasi putri. :) accidentally. 
Sudah banyak sekali cerita 'kepatneran' kami berdua. Sejak itu pula akupun mengagnggap ia sebagai saudaraku sendiri. Walaupun ia lebih muda. hheee ^^. Tiga Episode kehidupan sudah berjalan, sampai dibagaian terakhir dari bingkai kebersamaan kami angkatan tujuh SMAN Gaul. Sadar atau tidak sadar mereka, dititik akhir kebersamaan, kamipun masih ditunjuk sebagai patner kerja dalam acara Purnawisuda. Hanya kami berdua. yaa hanya kami.  
Akhirnya, demi pendidikan kami harus terpisah. Aku di Depok. Dia di Bogor. But I don't think if he moved to Jakarta. Dan menempuh pendidikan di STAN.   
Dalam perjalan panjang akan ada batu yang menghadang. Doa dan usaha adalah bekal sepanjang masa.
Hari ini, layaknya hari-hari biasa bagi mereka. Pagi ini, ternyata hanyalah isapan suasana normal bagi mereka yang lain. Tapi bagiku, hangatnya mentari hari ini seakan berbeda dalam menembus sang kalbu sehingga menggebu semangat peerjuangan diri. Dan begitu pula ku harap dirimu hari ini dan seterusnya.
Kerdipan bintang malam hari mengingatkan ku bahwa akan ada satu bintang lagi yang bersinar hari ini. Menginjak kedewasan diri dalam meniti langkah merangkai potongan episode yang berlalu. Udara, cahaya dan bisikan dunia lainnya seolah turut menyemangi dirimu dalam bingkai kehidupan hingga akhir perjalan.
Selamat atas penggenapan hari lahirmu patnerku, saudara ku. tak ada yang dapatku beri hari ini ataupun esok. Biar nanti hidup yang menampakkan segalanya. Terimakasih atas kerjasama yang takkan pernah berakhir ini, Karena jalan masih lurus, masih panjang untuk ditapaki. Banyak makna dan cerita antara kita. Biar disimpan entah sampai kapan.
Satu-satunya yang membuat pergantian usiaku berkesan adalah doa yang kau berikan. Maafkan jikalau aku tak dapat memberikan hal setimpal. Namun disini aku selalu berdoa akan kesuksesan kita.
Dahulu sekarang dan nanti kita masih saudara. Dalam naungan ridhoNya.

Teruntuk Dia yang berulang tahun hari ini 19 Februari 1992.
I hope every day is a work and your evening is a prayer for good the next day.