Yeah… ini bukan cerita pendek yang akan berlalu begitu saja. Tapi ini juga bukan cerita yang mengalun berdilema diakhir cerita seperti sinetron yang sedang santer tampil diberbagai stasiun televisi. Hanyalah sepotong pengalaman indah yang mewarnai jalinan persahabatan dan ingin kubagi untuk pembaca.
Hmm… seperti cerita-cerita sebelumnya,
Mungkin karena pengalamanku terlalu banyak bersama mereka –emvhian- jadi begitu banyak pula cerita yang bisa kubagi dengan kalian. Sekedar untuk membuka mata tentang arti dari sebuah persahabatan atau bahkan menutup mata berusaha untuk tak ingin mencari sahabat ketika usai membaca cerita konyol tiga anak muda mencari cinta. J
Semua karena cinta. Yuup, cinta yang mengawali hadirnya komitmen dibenak ini. Komitmen untuk merangkainya kembali setelah sekian lama hati ini kaku tak dibelenggunya lagi. Percakapan kecil antara kami bertiga membuahkan sebuah ikrar yang begitu konyol namun indah saat itu. Hanya saat itu saja. Aku sendiri benar-benar bingung tentang apa yang dibahas saat itu sehingga membuat kami berusaha ‘mencari cinta’ dikampus SMAN 3 unggulan itu. Mungkin karena kami sama-sama butuh cinta atau karena stres yang kami alami ketika saat itu kami duduk dibangku kelas XII dan menuntun kami untuk fokus pada persiapan Ujian Nasional.
Berhubung saat itu tidak ada lagi angkatan yang lebih tua, sehingga kami memutuskan untuk mencari cinta diantara kaum adam angkatan 07 saja :D bukan tidak mungkin, tapi kami benar-benar optimis dengan ikar mencari pacar satu angkatan ini.
Kekonyolanpun akan dimulai…
Tidak mungkin ada asap tanpa api. –emvhian- juga bukan orang biasa. Pada umumnya, teman-teman disekolah juga tau keberadaannya. Jadi, bukan tak mungkin mereka disukai beberapa diantara lelaki yang ada disekolah. Hal ini yang menjadi pemicu kami untuk memulai cerita konyol tak berujung. Kenapa kami bertiga berada dalam waktu yang sama ketika kami ingin dicinta. Dan mengapa pula lelaki-lelaki itu mencintai kami diwaktu yang sama.
Demi komitmen yang kami buat, akhirnya *emha, sty dan anya’ berusaha untuk mulai membalas perasaan itu. Bukan maksud kami untuk mempermainkan mereka, namun entah kenapa pada saat itu kami seolah lupa kalau hukum karma akan berjalan dan menampakan dirinya suatu saat nanti.yaa… jangan ilfeel karena cerita ini belum berakhir. Masih banyak potongan kisah yang tersirat dalam blog mini ini.
Pengagum *emha, sebut saja ia dengan inisial A. lelaki ini ternyata sudah cukup lama mengincar emha. Dan mereka bisa dibilang sudah dekat bahkan paling dekat diantara kami bertiga. *anya, sebut inisial pengagumnya O. orang baru dalam lembaran cerita kami. Awalnya kamipun tidak menyangka kalau O punya perasaan tersembunyi dengan anya. *sty, mungkin yang satu ini bukan orang baru dari sepenggal cerita lalu yang pernah kami ungkap. Sebut ia sebagai B. ketiganya adalah teman-teman satu angkatan yang sudah kami kenal sejak awal duduk dibangku SMA.
Setelah komitmen ini diikrarkan,mulai dari inbox handphone dan topik yang kami bicarakan selalu mereka. A, B dan O. tak menghenrankan mungkin apabila hari yang semakin bertambah juga semakin menambah rasa cinta ini. A bahkan sudah menyatakan cintanya kepada *emha, namun jawabannya masih ditunda. O juga semakin dekat dengan anya’. Walaupun orang-orang diluar sana tak pernah tahu hubungan ini. Cerita ini terus berjalan dan bergulir hingga sampai dipuncak cerita. Sebenarnya B bukan orang asing. Ia sempat menjalin cinta dengan salah seorang diantara kami. Inilah yang menjadi tembok besar bagi kami -terutama sty- untuk melanjutkan komitmen konyol ini. Prinsipku, bahwa aku berusaha untuk tidak menjalin cinta kembali dengan orang yang pernah bersama sahabatku. Membuat aku kembali berpikir panjang untuk bisa melanjutkan kebodohan ini. Dilema besar menghadangku. Rasanya aku benar-benar terhimpit pada dua jati diri. Antara sahabat dan calon pacar.
Sebisanya aku menguatkan diri untuk tak menambah perasaan yang ada ini. Dengan begitu, aku bisa terus melanjutkan prinsip yang telah lama kuemban.
Bodohnya aku, ketika benar-benar telah jatuh dalam komitmen singkat yang mengombang-ambingkan perasaan ini. Sampai-sampai aku sempat terpikir untuk melanjutkan cinta ini.
Mungkin ini adalah makna terpenting dari sebuah persahabatan, ketika konsistensiku sedang diuji. Aku berusaha bercermin dari semua perjalanan yang kami lalui. Sesadarnya aku, akhirnya mata ini terbuka untuk menentukan satu pilihan jalan. Walaupun ini sakit. Tetapi apalah arti seorang paca yang mudah didapat tapi juga mudah pergi. Dibandingkan persahabatan yang diraih dengan susah payah. Sejak saat itu, aku dapat melupakan B yang hampir menguasai perasaanku. Dan sejak saat itupula kisah *emha dan anya’ juga semakin hari semakin menjadi cerita lama. Kekuatan kedua dari persahabatan. Ketika diawali bersama maka bersama untuk diakhiri.
Sampai hari ini, *emha dan A, anya’ dan O serta sty dan B hanyalah cerita konyol didalam bingkai indahnya persahabatan angkatan 07. Kini, kami benar-benar mendapatkan pengalaman berharga dari sang calon karma yang nanti kami hadapi. Mungkin tak banyak memberikan kebahagiaan. Tetapi ini yang menguatkan ikatan persahabatan kami. Tak ada hal lain yang dapat mengalahkan power of friendship. J
Semoga komitmen ini tetap dapat aku kokohkan sampai nanti…sampai aku butuh bahkan perlu untuk menggoyahkannya.
Trianaputrihasti
17 desember 2009