Saturday, September 21, 2013

as you'll die today

Seperti yang ada di header blog saya. Anggap saja Tuhan memberikan kesempatan kita untuk tau seberapa lama umur hidup kita di dunia. Dan anggap saja hari ini, adalah kesempatan terakhir menyampaikan pesan pada siapun. Lalu, pada siapakah kamu akan menuliskan surat pertamamu. Dan ini, sepenggal kata-kata yang anggap saja akan saya tulis, di surat terakhir.
Pa dan Ma. Semoga Gusti Allah mengizinkan kita bertemu di surga. Saya sudah pesankan itu dalam setiap sujud. Semoga doa-doa saya diterima Gusti Allah. Jadi saya masih diberikan waktu membalas perhatian Pa dan Ma. Sampai jumpa di rumah Allah yang paling indah.

Saya hanya bertitip pesan pada Pa dan Ma agar mereka tak perlu khawatir, tak perlu sedih. Ada rencana Tuhan yang indah. Selebihnya, saya hanya membuat pesan-pesan kecil untuk Tuhan. Saya percaya Tuhan yang Maha Mendengar akan lebih bisa mengatur pesan ini menjadi indah pada waktunya.
 
Selain Pa dan Ma, ada banyak keluarga saya yang saya tinggalkan. Izinkan kami tetap menjadi keluarga besar di surga-Mu. Ada ratusan orang pula yang saya temui di dunia. Jadi, buatlah hari-hari mereka senantiasa dalam keridhoan-Mu. Menjadikan pertemuan kami berharga, walaupun sekedar mengenang nama. Tinggalkan saja yang baik dan berharga, sisanya biar melebur bersama semua kenangan saya.

Sampai pada akhirnya setiap orang menjumpai hari seperti ini, mereka tidak perlu takut, tidak perlu menyesal. Karena ada tangan-Mu yang menggapai tiap doa mereka, tiap doa kami, yang jatuh di sujud.
Walau sebentar, terima kasih kami pernah mengecap cinta. Mencintai-Mu dan makhluk ciptaan-Mu. Akhirnya, waktu kami sia hanya karena cinta. Maka kami bicara satu sama lain, dan tentu, kami berdoa. Untuk orang, orang yang dicinta. 
---
Is the love always need a time ? Yes, we need a time. To love and Loved.