Hampir seluruhnya
adalah warisan dari Papa. Seorang laki-laki yang menunjukan pada saya kekuatan
logika. Yang kini menguasai hampir seluruh jiwa remaja putrinya.
Baginya,
segala hal sederhana. Harusnya tak perlu banyak dipikirkan. Tapi analisis
logika, bagi putrinya yang masih meraba-raba, membuatnya memikirkan banyak hal,
hanya lewat logika.
Dari papa,
ia belajar memahami seisi dunia dengan mudahnya. Bahkan hingga kini, saya hanya
berpijak pada logika, berhadapan pada siapapun, kecuali Yang Maha Esa.
Tapi Papa,
dengan segala kemampuannya, ia sudah terlalu ahli membaca logika putrinya.
Logika
nyatanya membuat saya terlalu sering menganalisis, tanpa peduli rasa dan asa. Dan
logikanya, semua orang tau bahwa tiap orang punya logika, dan harusnya tau
tanpa perlu diberi tahu. Seberapa jauhpun ketidaktahuanmu, tapi logika yang
akan membimbingmu.