Monday, June 25, 2012

dingin yang menghangatkan

                                                                                                                                   
Sejuk angin beradu dengan tawa dedaunan menyambut langkah di pingiran jalan, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Gelak tawa ramai merasuki semak pohon yang berdiri kokoh sepanjang jalan. Langit biru dan terik yang menyejukkan menambah kehangatan perjalanan hari ini. Hijau kaki bukit menyambut kami datang melepas letih, merajut kebersamaan.

“Langit biru, awan putih, terbentang indah lukisan yang kuasa. Ku melayang di udara...” sebait lagu yang ramai menyeruak dalam satu mobil yang terus melaju kencang meninggalkan jalanan menuju Kawah Putih, Ciwidey. Hari ini masih panjang. Lewat sebuah kamera yang merekam tiap moment tawa disana, kami terus melanjutkan lagu Tasya yang dialunkan sepanjang jalan. Tangan terbentang menangkap tiap sejuk yang menenangkan. 

Semua tidak dapat dideskripsikan. 


Kami berbaur pada tiap detail pesona yang tertata dalam gegam alam. Yang menyandarkan dingin pada hangatnya kebebasan dan kebersamaan. Di bawah birunya langit dan lukisan Tuhan yang indah, kami menjadi bagian dari kumpulan manusia yang datang tanpa membawa beban dan tak meninggalkan luka. Kami berpadu dalam tawa dan kagum Ciwidey hari ini. Menanggalkan tiap perbedaan. Kesetaraan yang kabur ditumpukan persaingan. 

Walau sederhana, semua menjadi masa yang tak bisa dibeli. Hanya dirindukan kini.