Baru
saja melayang melewati batas antara
hidup yang dulu masih agungkan. Baru saja menangkap ilusi yang walau masih
kabur. Baru saja terduduk dan melihati pesona berukir kagum. Dan baru saja ada
yang lain yang bicara sama seperti apa yang terjadi, baru saja.
Bayang-bayang
hidup kembali merasuki seisi memori. Tentang konsep dua hubungan yang lama
sudah kupegang. Aku yang hanya setitik dari tumpukan kekaguman yang tumpang
tindih pada pesona yang sama. Medapati kisah yang tak akan mungkin panjang,
memang sudah tak mungkin.
Dari
kejauhan aku masih sigap menangkap setiap kilau yang tumpah ruah meracuni satu
dari perasaan yang lama diam. Kaki yang tak mampu lebih jauh melangkah, tangan
yang tak bisa lebih tinggi menggapai, dan mata yang tak bisa lebih lama
memandang. Baru saja semua kembali seperti dulu, diam dan tak hiraukan dia yang
sembunyi dibalik kemelut hidup sang empunya cinta.