Friday, October 8, 2010

AKURASI dan CEK & RICEK !


Terbiasa dengan kesalahan  besar !!!!!

Sebagai seorang mahasiswa jurnalisme, saya banyak belajar mengenai media, khususnya media cetak. Walaupun seperempat mata kuliah semester ini juga membahas jurnal siar. Sedikit banyak, kami (mahasiswa jurnalisme) sudah membuka pikiran untuk lebih memahami segala sesuatu yang berbau news, feature, ataupun artikel. Ada pula hal-hal lain yang menarik perhatian kami dalam beberapa materi pembahasan kuliah.
Sebagai media, Jurnal cetak (koran) akan menjadi pusat perhatian publik yang membacanya. Tidak hanya sekedar memberikan informasi, tetapi media juga harus memperhatikan kode etik yang berlaku bagi mereka. Sayangnya, pemberlakuan kode etik pada media Indonesia masih minim perhatian. Pasalnya, banyak diantara media cetak yang tidak memperhatikan etika. Sehingga kesalahan yang mereka lakukan sudah dianggap wajar atau bisa dikatakan dimaklumi oleh publik. Padahal, masalah semacam ini berakibat fatal bila tidak segera dibenahi. Ini masalah utama etika jurnalisme, AKURASI. 
Berulang-ulang kali, dosen yang mengajarkan etika jurnalisme selalu melontarkan kata akurasi. Beliau menganggap, masalah ini sudah menjadi zero mistake dalam masyarakat. Dimana, masyarakat tak lagi menganggap kesalahan itu adalah sesuatu yang SALAH. Misalnya, tak sedikit nama-nama yang tercantum dalam koran berbeda antara satu koran dengan koran lainnya. Tapi, publik khususunya pihak media sama sekali tidak memperhatikan kesalah tersebut. 
Kesalahan semcam ini tidak bisa dikatakan kesalahan biasa, karena urusan akurasi akan membawa akibat yang fatal bila tidak segera diperbaiki. Oleh karena itu, sebagai bagian dari media, yang dalam hal ini bertugas untuk memberikan informasi bagi publik, harus menerapkan sikap CEK & RICEK dalam tugasnya. Tujuannya agar informasi yang disampaikan akurat.
Masalah akurasi tidak hanya terjadi dalam dunia jurnalisme, tetapi juga sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. sebut saja beberapa kejadian yang dialami pasien saat usai menjalankan operasi. Salah satu dokter secara tidak sengaja meninggalkann gunting didalam perut si pasien. Bukankah ini juga masalah akurasi ?
Tidak ada salahnya bila mulai sekarang kita menerapkan prinsip akurasi dalam kehidupan kita. Mulai mengerjakan dan menyelesaikan sesuatu dengan Cek dan Ricek terlebih dahulu. Menindak tegas semua perlakuan yang tidak akurat. Sehingga kita memperoleh hasil kerja yang lebih memuaskan. Dalam bidang jurnalisme, publik harus jeli memperhatikan apa yang disampaikan oleh media. Jangan tergolong orang-orang yang meng-ia-kan segala yang disamapaikan media. 

ACCURACY

CEK & RICEK

oleh Hasti Triana Putri
Mahasiswa Jurnalisme Universitas Indonesia 2009